Inilah Fakta-Fakta Mengejutkan di Balik Kemenangan Portugal atas Prancis di Final EURO 2016

Dibalik kemenangan Portugal atas Prancis dalam Final Euro, ternyata menyimpan banyak fakta yang mengejutkan dalam pertemuan kedua buah tim. Prancis yang secara sejarah lebih unggul, ternyata takluk dari portugal yang tidak difavoritkan. Inilah beberapa fakta yang berhasil dihimpun.

Prancis dominan atas Portugal dalam 40 tahun terakhir. Namun Portugal punya catatan apik selama ditangani oleh Fernando Santos.

Portugal dan Prancis akan saling berhadapan di final Piala Eropa yang akan digelar di Stade de France, Saint-Denis, pada Senin (11/7/2016) pukul 02.00 WIB nanti.

Portugal sampai ke final usai menyingkirkan Wales di babak semifinal dengan kemenangan 2-0. Skor yang sama juga dicatatan Prancis kala menundukkan Jerman untuk sampai ke partai puncak.

Berikut adalah data dan fakta dari laga tersebut seperti dirangkum Opta:

- Ini akan jadi pertemuan keempat antara Portugal dan Prancis di turnamen besar. Prancis memenangi tiga laga terakhir, semuanya di semifinal (Piala Eropa 1984, Piala Eropa 2000, Piala Dunia 2006).

- Prancis memenangi 10 laga terakhir melawan Portugal, laju terbaik mereka saat ini setelah 13 kemenangan beruntun melawan Luksemburg.

- Kemenangan terakhir Portugal melawan Prancis adalah April 1975, dalam laga persabahatan (2-0). Mereka hanya mencetak satu gol dalam empat laga terakhir melawan Prancis, sebuah penalti Ricardo Quaresma pada Oktober 2014.

- Ini adalah final kedua Portugal di turnamen besar setelah Piala Eropa 2004 di mana mereka kalah dari Yunani (0-1). Bagaimanapun, ini adalah final pertama mereka di luar Portugal. Dalam final 2004, Portugal kebobolan dari satu-satunya shot on target Yunani di laga tersebut.

- Portugal sudah memainkan paling banyak pertandingan dalam sejaran Piala Eropa tanpa pernah jadi juara: 34 laga, 0 trofi.

- Sebelum Portugal, satu-satunya tim peringkat tiga di fase grup yang mencapai final turnamen besar (Piala Dunia + Piala Eropa_ adalah Argentina di Piala Dunia 1990 dan Italia di turnamen yang sama empat tahun kemudian. Tidak ada dari mereka yang jadi juara.

- Portugal tak terkalahkan dalam 13 laga kompetitif bersama Fernando Santos (W9 D4). Delapan dari sembilan kemenangan ditentukan oleh satu gol.

- Di turnamen besar, Portugal cuma kalah sekali dari 13 pertandingan terakhir, itu adalah melawan Jerman di fase grup Piala Dunia 2014.

- Portugal cuma kebobolan satu gol dalam lima laga terakhir di fase knockout di Piala Eropa, yaitu di perempatfinal tahun ini melawan Polandia.

- Ini akan jadi final kelima Prancis di turnamen besar. Mereka sudan memenangi tiga dari empat final terakhir (Piala Eropa 1984 dan 2000, Piala Dunia 1998), kalah di final terakhir (Piala Dunia 2006).

- Prancis punya kesempatan untuk memenangi turnamen besar ketiga secara beruntun di kandang sendiri setelah Piala Eropa 1984 dan Piala Dunia 1998. Mereka sudah menjadi negara Eropa pertama yang tampil di final turnamen besar di kandang.

- Prancis tak terkalahkan di 18 laga terakhir di turnamen besar yang dimainkan di kandang, menang 16 kali dan imbang dua kali. Kekalahan terakhir adalah pada Juli 1960 di Piala Eropa pertama melawan Cekoslovakia (0-2).

- Cuma Jerman dan Spanyol (3) yang menjuarai Piala Eropa lebih banyak daripada Prancis (2).

- Prancis adalah top skorer di Piala Eropa 2016 dengan 13 gol dalam enam laga. Mereka belum pernah mencetak gol sebanyak itu di turnamen besar sejak Piala Eropa 2000 (13).

- 11 dari 13 gol Prancis di piala Eropa 2016 dibuat di menit ke-42 dan setelahnya.

- Portugal kalah di dua laga mereka di Stade de France, keduanya melawan Prancis (0-4 pada April 2001, 1-2 pada Oktober 2014).

- Timnas Prancis tak terkalahkan di Stade de France di turnamen besar (5 kemenangan dan 1 kali imbang di Piala Dunia 1998/Piala Eropa 2016). Mereka mencetak 11 gol dalam tiga laga di stadion itu pada 2016.

- Portugal memenangi tiga dari empat adu penalti di turnamen besar (75%). Di antara negara-negara Eropa yang ikut dalam paling tidak empat adu penalti, cuma Jerman yang punya rasio lebih baik (86%, 6 dari 7 adu penalti).

- Portugal belum pernah mencetak gol dari penalti di waktu normal/perpanjangan waktu di Piala Eropa (34 laga). Satu-satunya penalti melawan Austria di fase grup tahun ini tapi gagal oleh Cristiano Ronaldo.

- Sementara itu, Prancis punya rasio kesuksesan dalam adu penalti sebesar 50%, menang tiga kali dan enam adu penalti.

- Tiga final Piala Eropa terakhir dimenangi oleh tim yang mencetak gol lebih dulu sementara tahun 2000 adalah kali terakhir sebuah tim menang setelah kebobolan lebih dulu (2-1 untuk Prancis setelah golden goal melawan Italia).

- Cristiano Ronaldo sudah memainkan lebih banyak pertandingan daripada pemain lainnya di Piala Eropa (20). Tidak ada dari tiga gol atau dua assist-nya di Piala Eropa 2016 yang dibuat di luar Parc Olympique Lyonnais.

- Ronaldo sekarang menyamai rekor Michel Platini dengan sembilan gol di Piala Eropa. Dia tidak pernah mencetak gol melawan Prancis (234 menit waktu bermain).

- Ronaldo gagal mencetak satu pun gol dari 43 tendangan bebas langsung di turnamen besar (Piala Dunia + Piala Eropa). Kesembilan golnya di Piala Eropa dibuat dari dalam kotak penalti.

- Hanya satu dari delapan gol Portugal di Piala Eropa 2016 yang tidak melibatkan Ronaldo atau Nani sebagai pencetak gol atau pembuat assist; itu adalah gol Ricardo Quaresma melawan Kroasia yang meski begitu tercipta menyusul tendangan Ronaldo yang ditepis kiper.

- Antoine Griezmann sudah mencetak gol atau membuat assist lebih banyak daripada pemain manapun di Piala Eropa 2016 (6 gol, 2 assist). Dia punya kans untuk menjadi pemain Prancis ketiga yang mengakhiri turnamen sebagai satu-satunya top skorer di turnamen besar setelah Just Fontaine (Piala Dunia 1958) dan Michel Platini (1984).

- Enam gol Griezmann di Piala Eropa 2016 jadi yang paling banyak dari pemain Prancis di turnamen besar setelah Michel Platini di Piala Eropa 1984 (9 gol).

- 12 dari 13 gol Prancis di Piala Eropa 2016 dibuat oleh Antoine Griezmann (6), Olivier Giroud (3), dan Dimitri Payet (3).


- Didier Deshamps bisa menjadi orang kedua yang menjuarai Piala Eropa sebagai pemain dan manajer setelah Berti Vogts (pemain pengganti tak terpakai di 1972, manajer juara pada 1996). Deschamps adalah kapten untuk Prancis di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000.

sumber : detik.com